PT Fin Komodo Teknologi

PT FIN KOMODO TEKNOLOGI, adalah perusahaan swasta Nasional yang bergerak di bidang Rekayasa & Teknologi (Engineering & Technology), yang telah berpengalaman dalam bidang design dan analisa pesawat terbang, otomotif, simulator, dan integrasi sistim otomasi.

Ibnu Susilo (Designer Fin Komodo)
Produk utama kami adalah FIN Komodo yaitu kendaraan offroad jenis CRUISER yang sangat lincah dan handal untuk digunakan sebagai kendaraan penjelajah. Bobotnya sangat ringan sehingga power yang diperlukan untuk melaju relative kecil, akibatnya konsumsi bahan bakar relative irit.

Kestabilan kendaraan ini pada medan offroad yang ekstrem sekalipun tidak diragukan lagi, karena kami design dengan menggunakan perhitungan matematika persamaan keseimbangan yang akurat setiap komponen dan manufaktur nya.

Fin Komodo Electric Car - The Next Fin Komodo Generation

PT. FIN KOMODO TEKNOLOGI, adalah perusahaan swasta Nasional yang bergerak di bidang Rekayasa & Teknologi ( Engineering & Technology ), yang telah berpengalaman dalam bidang design dan analisa pesawat terbang, otomotif, simulator, dan integrasi sistim otomasi.

Khusus bidang otomotif, kami telah berpengalaman merancang dan memproduksi sebuah kendaraan unconventional untuk medan non infrastruktur yang kami beri nama FIN Komodo, sebuah kendaraan yang sangat ringan dan tangguh, untuk menjelajah medan Indonesia.

FIN Komodo ini merupakan hasil R&D kami sejak tahun 2005 dan saat ini telah masuk pasaran Indonesia, untuk melayani operasional bidang Perkebunan, Pertambangan, Rekreasi, dll

Dengan kemampuan kami dalam merancang dari sebuah kendaraan yang ringan maka jika penggerak nya menggandalkan motor listrik atau hybrid, kendaraan ini akan sangat efisien, karena bobot total yang ringan sehingga menghemat energy listrik.
Dari Platform yang sudah kami miliki yang saat ini dan sudah teruji di pasar dengan bermesin motor bakar 250cc, sehingga mudah di transformasikan menjadi Mobil Elektrik, karena:
  1. Bobot Ringan sehingga sangat efisien
  2. Stabil di medan yang ekstrem, tidak mudah terguling walaupun pada kemiringan 45 derajad.
  3. Kenyamanan suspensi saat di medan offroad, seperti suspensi sedan dijalan aspal.
  4. Metoda perancangan dan analisanya menggunakan metoda perancangan Pesawat Terbang.
  5. Platform kami rancang sebagai platform yang multi-purposes.
  6. Mudah dikendarai walaupun pada medan ekstreem, karena kestabilan dirancang dengan perhitungan yang akurat.
  7. Perawatannya mudah.

Tanpa Dukungan, Fin Komodo Lipat Gandakan Produksi

Sandra Karina - Koran SI
 
JAKARTA - PT Fin Komodo Teknologi (Komodo) terus mengembangkan produksi serta meningkatkan penjualan di dalam negeri, meski pemerintah tidak memberi dukungan.

Presiden Direktur Komodo Ibnu Susilo mengatakan, fanatisme masyarakat Indonesia terhadap produk buatan dalam negeri, sangat mendorong perkembangan pasar mobil lokal termasuk Komodo.

“Kami ini murni swasta. Apabila tidak ada dukungan pemerintah, kami tetap semangat melakukan produksi,” kata Ibnu di Jakarta awal pekan ini.

Ibnu menjelaskan, pihaknya terus melakukan pertemuan dengan pemerintah. Namun, kata dia, saat ini kapasitas mobil lokal masih dibatasi.

“Kami sudah beretemu dengan pemerintah termasuk Menko Perekonomian. Namun, hingga saat ini kami masih dibatasi. Kami harus bermain di bawah 700 CC. Kami tidak diberikan kapasitas lebih,” lanjut Ibnu.

Dia menyebutkan, total produksi Komodo saat ini adalah sekitar 100 unit per tahun. Komodo, kata dia, belum memiliki pabrik besar. Saat ini, lanjutnya, produksi Komodo masih dilakukan di sebuah laboratorium.

Meski saat ini produksi masih relatif kecil dan penjualan masih di bawah 100 unit, Ibnu menyatakan, ada sejumlah target yang ingin dicapai Komodo di masa mendatang. Namun, dia masih enggan untuk memberitahukan hal itu dengan alasan masalah kompetisi di pasar dalam negeri.

“Ibaratnya, ada perempuan pacaran dengan laki-laki lalu ayahnya perempuan tidak suka dan menjodohkan laki-laki itu dengan perempuan lain berumur 40 tahun lebih yang sudah berpengalaman. Pemerintah sebagai orang tua seharusnya bisa mendukung anak perempuannya,” jelasnya.

Dukungan pemerintah terhadap prinsipal mobil besar yang sudah lebih dulu menguasai pasar dalam negeri salah satunya, kata dia, adalah pemberian fasilitas insentif. “Dengan insentif misalnya harga mobil mereka bisa menjadi Rp80 juta. Kalau tidak ada, bisa sekitar Rp120 juta,” ucapnya.(zwr)
 
Sumber: http://autos.okezone.com/read/2012/03/15/52/593489/tanpa-dukungan-fin-komodo-lipat-gandakan-produksi

Dahlan Iskan Coba Fin Komodo

Jumali - detikBandung - Jumat, 03/02/2012 11:52 WIB

Bandung - Menteri BUMN Dahlan Iskan menjadi orang pertama yang meletakkan batu dalam peresmian pembangunan Pusat Niaga Cimahi (PNC). Dalam acara ini Dahlan Iskan juga sempat mencoba produk unggulan Cimahi yang telah mendapatkan Technopreuneurship Award dari BPPT, yakni Fin Komodo. Dahlan melakukan uji coba kendaraan offroad jenis Cruiser berwarna hijau tersebut.

Dahlan bersama Deputi Menteri UMKM Bidang Pembiayaan Pariaman Sinaga, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Walikota Cimahi Muhammad Itoc Tochija bersama unsur muspida lainnya turun langsung ke lokasi peletakan batu pertama pembangunan PNC.

"Kami sungguh berterima kasih karena teman-teman (dari UKM-red) serius dengan usahanya. Terbukti dengan pengembalian modal lancar. Kita sangat memerlukan Ibu atau Bapak yang sudah menetapkan dirinya menjadi pengusaha. Bapak Ibu adalah pahlawan baru RI," tutur Dahlan dalam sambutannya di hadapan ratusan para pelaku UKM.

Selain itu Dahlan juga mengemukakan, bahwa dalam berbisnis modal bukan segala-galanya. Modal adalah satu dari banyak pintu yang dimiliki pengusaha. Tetapi yang paling utama adalah kesungguhan dalam berwirausaha. Menurutnya modal memang penting, namun keseriusan nomor satu.

"Jumlah Usaha Kecil Menengah di Indonesia semakin besar, sekitar 1,5 persen dari jumlah penduduk. Kita masih perlu 1 persen lagi untuk disebut sebagai negara yang kuat di bidang ekonomi. Pihak BUMN sendiri akan bertekad untuk terus membina hubungan ini. Kita bina kepengurusan ini. Namun jangan dimanjakan. Intinya pengusaha tidak boleh manja, mereka punya ciri khas sendiri. Orang-orang manja gampang ceneng, gampang angkat tangan. Itu namanya bukanpengusaha," ujar Dahlan.

Prosesi peletakan batu pertama tersebut dimulai sekitar pukul 8.30 WIB. Dilanjutkan dengan acara uji coba salah satu maskot Produk Unggulan Cimahi yang telah mendapatkan Technopreuneurship Award dari BPPT, yakni Fin Komodo.

Dahlan melakukan uji coba kendaraan offroad jenis Cruiser berwarna hijau tersebut bersama dengan Deputi Menteri UMKM Bidang Pembiayaan Pariaman Sinaga. Sedangkan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf melakukan uji coba bersama dengan Walikota Cimahi Muhammad Itoc Tochija dengan menggunakan Fin Komodo berwarna merah. Proses uji coba tersebut hanya berlangsung sebentar, tidak lebih dari 3 menit.

(ern/ern)

Mobil Komodo Melesat Dikendarai Wagub

CIMAHI, TRIBUN - Tidak mau kalah dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang mencoba mobil Komodo buatan Cimahi, Wakil Gubernur Dede Yusuf juga turut mencoba mobil Komodo yang ikut dipamerkan dalam peresmian Pusat Niaga Cimahi (PNC), Jumat (3/2).

Merasa penasaran dengan mobil jenis offroad berkekuatan 250cc, Dede Yusuf langsung naik ke salah satu mobil yang diparkir di samping kanan panggung. Dede naik ke mobil Komodo didampingi Wali Kota Itoc Tochija, setelah dipersilakan Dahlan Iskan untuk mencobanya. "Silahkan coba saja," kata Dahlan.

Hanya berselang hitungan detik, Dede Yusuf yang dikenalkan diri sebagai penggemar offroad langsung menyalakan mesin Komodo dan melesatkannya secepat kilat.

"Saya sangat menyukai offroad. Mobil ini sangat cocok untuk geografis pegunungan," terang Dede usai test drive.

Sementara Itoc Tochija mengaku "reuwas" saat mendampingi Wagub menaiki Komodo.
"Tapi saya yakin kalau (mobil Komodo) dibawa Pak Wagub, beliau kan suka offroad," kata Itoc. (set)

INILAH.COM, Cimahi - Seusai menjajal mobil 'Komodo', Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengungkapkan kegembirannya. Meski demikian, Dede pun memberikan kritiknya terhadap mobil Komodo.

"Saya sebagai penggemar olahraga off road, Komodo lumayan bagus dikendarai. Coba naik tanjakan, traksi di lumpur bagus," kata Dede pada peresmian pembangunan Pusat Niaga Cimahi (PNC), Jumat (3/2/2012).

Menurutnya, para kepala desa di daerah perbatasan sangat cocok menggunakan Komodo. Pasalnya, sebagian besar perbatasan Jabar itu berada di daerah perkebunan, perbukitan, dan pegunungan.

Meski demikian, Dede menyebutkan jika akan dipakai di perkebunan itu memerlukan modifikasi. "Ya, setidaknya harus ada bak-nya lah untuk membawa barang. Daripada harus beli produk luar negeri," tambahnya seraya mengatakan asal harga jual yang dipatok tidak terlalu tinggi.

Dari keterangan yang dihimpun INILAH.COM, mobil berkekuatan 250 cc itu dibanderol Rp70 juta/unit. Dengan catatan, harga itu belum termasuk ongkos kirim.[ang] -

FIN KOMODO, MOBIL OFFROAD MADE IN CIMAHI - Buatan Perancang Pesawat, Bisa di Kemiringan 45 Derajat

Saturday, 04 February 2012  (Harian Seputar Indonesia)

Menteri BUMN Dahlan Iskan menjajal Fin Komodo di sela-sela peresmian pembangunan Pusat Niaga Cimahi (PNC) di Jalan H Amir Machmud, Kota Cimahi, kemarin. Berbagai produk buatan Kota Cimahi ikut dipamerkan dalam acara tersebut.

Kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang otomotif anak bangsa, ternyata tidak kalah hebat dengan negara maju. Tidak hanya mobil Esemka karya siswa SMK di Solo dan buggy car karya siswa SMKN 8 Bandung,anak bangsa juga mampu membuat mobil khusus untuk jalan terjal dan berliku. Mobil itu bernama Formula Indonesia (Fin) Komodo.

Tidak hanya melenggang kokoh di medan terjal,kendaraan ini juga tetap memberikan kenyamanan bagi penumpangnya. Salah satu yang luar biasa, ternyata mobil itu dirancang dengan mengaplikasikan ilmu rancang pesawat.Setelah melakukan riset sejak 2005, produsen Fin Komodo yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi 106 A,Kelurahan Cipageran,Kecamatan Cimahi Utara,Kota Cimahi itu mulai mencoba memasarkan mobil mini dengan dua tempat duduk tersebut.

Seluruh komponen Fin Komodo, kecuali mesin diklaim asli buatan Indonesia. Keunggulan lain mobil jenis offroad ini adalah dirancang berdasarkan formula matematis insinyur Indonesia. Tidak hanya merakit, rancang bangun mobil itu semuanya asli buatan Indonesia.“Hanya mesin yang kami pesan dari China,mesin itu pun merupakan rancangan insinyur Indonesia,hanya dibuatnya di Cina,”ungkap perancang sekaligus founder Fin Komodo,Ibnu Susilo di lokasi pembangunan Pusat Niaga Cimahi (PNC) Jalan Cibeureum,Kota Cimahi, kemarin.

Ibnu yang sebelumnya bekerja sebagai desainer pesawat terbang di PT Dirgantara Indonesia (DI) mengaku mengaplikasikan ilmu rancang pesawat dalam pembuatan Fin Komodo. Performa,stabilitas,dan kenyamanan menjadi prioritas yang ingin diwujudkan dalam mobil dengan kapasitas mesin 250 cc itu. Tampilannya memang seperti mobil offroad biasa, namun Ibnu meyakinkan bagaimanapun kondisi jalan yang dilalui, pengendaranya akan merasa nyaman seperti saat mengendarai mobil sedan.

Bahkan,tambah Ibnu,Fin Komodo dirancang memiliki kemampuan berjalan stabil meski di atas jalan dengan kemiringan hingga 45 derajat. Dia mengatakan,40 unit Fin Komodo telah dilepas hampir ke seluruh Indonesia. Pihaknya mampu memproduksi delapan unit per bulan. Dia berharap Fin Komodo menjadi solusi bagi masyarakat di daerah terpencil yang tidak memiliki akses jalan yang baik, wilayah perkebunan, pertambangan, perbukitan, dan wilayah dengan kondisi medan yang berat.

Ibnu terobsesi untuk membudayakan industri otomotif.Tidak hanya membuat mobil, namun ke depan diharapkan, Indonesia memiliki industri otomotif sendiri. Dia pun mengaku memberdayakan sekitar 40 usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam penyediaan komponen Fin Komodo. “Semua itu upaya untuk membudayakan masyarakat terhadap dunia otomotif, geliat siswa SMK belakangan ini pun menjadi pertanda perkembangan industri otomotif di Indonesia,” pungkasnya.

Kemarin,menjadi hari yang paling membuat Ibnu bangga.Karyanya yang dipamerkan dalam acara peresmian pembangunan Pusat Niaga Cimahi (PNC), dijajal langsung Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Wakil Gubernur Jawa Barat DedeYusuf,dan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija.

Bahkan,Dede mencoba mengendarainya ditemani Itoc.“Mobil ini memang sangat cocok untuk daerah pegunungan,”ujar Dede yang dikenal pehobi offroad itu. (AGUNG BAKTI SARASA Kota Cimahi )

Fin Komodo Dicoba Wagub Jabar dan Wali Kota

sabtu, 04 februari 2012 (GALAMEDIA)
EKSPOSE tentang sejumlah karya anak bangsa dalam mengembangkan dan membuat kendaraan, seperti mobil Esemka di Solo, menjadi topik hangat di pengujung tahun 2011 dan awal 2012 ini. Di Cimahi, karya semacam itu ternyata sudah dilakukan sejak dua tahun lalu.

Nama kendaraan yang dibuat anakanak Cimahi itu adalah Fin Komodo. Mobil ini tampak menghiasi acara Pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bandung Cimahi Junction (BCJ), Jumat (3/2). Kehadiran Fin Komodo buah karya Ir. H. Ibnu Susilo ini menjadi favorit pengunjung yang datang. Pasalnya, mobil dengan jenis boogie tersebut tidak cuma bisa dilihat, tapi juga dicoba.

Dua sosok penting yang sempat mencoba Fin Komodo adalah Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf dan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija. Ditemani Itoc, Dede berkeliling lokasi pameran dengan mengendarai mobil itu.

Sebagai seorang off-roader, Dede mengaku sangat menikmati mengendarai Fin Komodo. Menurutnya, Fin Komodo sangat cocok digunakan di areal perkebunan dan cocok dipakai kepala desa yang letaknya di pelosok.

"Di Jawa Barat, banyak daerah perkebunan yang jauh. Saya rasa, kendaraan ini bisa dimanfaatkan untuk digunakan di pelosok atau perkebunan," ujar Dede usai mencoba Fin Komodo.

Jika dilihat bentuknya, Fin Komodo mirip dengan gokar. Namun, Fin Komodo mampu merambah medan atau jalur yang terjal. "Latar belakang saya dulu sebagai desainer pesawat. Untuk itu pula saya rakit Fin Komodo ini sesuai dengan kinerja pesawat. Baik dari kestabilan kondisi mobilnya hingga kenyamanan pengemudi dan penumpangnya. Saya bikin persis dengan pesawat terbang," ujar pembuatnya, Ibnu.

Dikatakan Ibnu, Fin Komodo sebenarnya sudah dibuat sejak dua tahun lalu, jauh sebelum banyaknya anak SMK yang menciptakan mobil. "Sampai sekarang, kita sudah memproduksi sebanyak 40 Fin Komodo. Keempat puluh Fin Komodo tersebut tersebar di berbagai daerah di Tanah Air," ujarnya.

Diakui Ibnu, sejauh ini ia masih membatasi produksi Fin Komodo. Setidaknya, dalam satu bulan, baru bisa memproduksi 8 unit.

Budaya teknologi

Ibnu mengatakan, mobil tersebut sebenarnya sebagai salah satu bentuk budaya teknologi Indonesia. Sebab, selain diproduksi di Indonesia, formula matematika yang dipakainya murni hasil anak bangsa.

"Itulah mengapa kami pakai nama Fin yang artinya Formula Indonesia. Karena kami merancang mobil ini dengan menggunakan formula matematika yang kami ciptakan sendiri. Kami punya insinyur dan teknisi sendiri. Kami tidak cuma merakit dan merancang sendiri, tapi juga menganilisisnya secara langsung," ujar Ibnu.

Meskipun demikian, Ibnu mengakui, mesin Fin Komodo belum bisa mereka produksi sendiri. Pasalnya, saat ini di Indonesia masih belum ada yang berani untuk investasi dalam pembuatan mesin. "Mungkin ke depan kita bisa membuat mesin sendiri, sehingga tidak memakai mesin dari Cina lagi," tandasnya.

Ibnu menambahkan, saat ini ia baru membuat Fin Komodo seri KD-250. Satu unit Fin Komodo, kata Ibnu, harganya Rp 70 juta. Bagi yang memesannya dari luar Cimahi, harga tersebut belum termasuk ongkos kirim.

"Mobil ini sudah kami patenkan. Ke depan, mungkin kami akan terus melakukan inovasi lainnya. Mungkin saja akan dibikin lebih besar sehingga tidak lagi cuma bisa untuk dua orang,' tegas Ibnu.
(ely kurniawati/"GM")**


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More