PT Fin Komodo Teknologi

BPPT menganugerahkan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2017 kepada Ir. H Ibnu Susilo

0 komentar

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya merasa perlu untuk memberikan penghargaan tertinggi secara berkelanjutan kepada seluruh Pelaku Teknologi yang telah berprestasi melalui upaya Inovasi dalam Karya Nyata Teknologi.

Untuk menjalankan tujuan tersebut, setiap Tahun sejak tahun 2008 BPPT menganugerahkan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA). Tahun 2017 merupakan penganugerahan yang ke 10 (sepuluh) hari ini tanggal 15 Agustus 2017 diberikan kepada Ibnu Susilo (PT Fin Komodo Teknologi) Kreator Mobil Off-Road Buatan Lokal ini dapatkan Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie 2017 -- http://bppt.go.id/layanan-informasi-publik/2950

Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali menganugerahkan Penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie atau 2017 ke-10 pada Selasa, (15/08). Penghargaan ini diberikan kepada pelaku teknologi yang berjasa, berprestasi, dan berdedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia dalam inovasi dan berkreasi untuk menghasilkan karya nyata teknologi di bidangnya masing-masing.

Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengatakan, peraih penghargaan ini dipilih melalui penilaian yang didasarkan pada azas-azas inovasi yang terdiri dari azas penemuan (invention), kreatif, efisien dan efektif, nilai tarnbah dan azas manfaat serta 10 poin kriteria penilaian.

“Setelah melalui seleksi yang ketat sesuai kriteria penilaian tersebut, maka Penganugerahan penghargaan Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie atau Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) yang ke-10 ini diberikan kepada saudara Ir. Ibnu Susilo dengan karya teknologi dan inovasinya yaitu: Fin Komodo,” papar Kepala BPPT dalam sambutannya.

Usai dikalungkan medali penghargaan, Ibnu Susilo yang juga CEO FIN Komodo ini menyebut bahwa mobil yang dibuatnya ini atau FIN Komodo adalah kendaraan Offroad Utility Vehice yang digunakan sebagai alat transportasi pada daerah non infrastruktur. Kendaraan ini sangat lincah, nyaman, aman, ekonomis, efisien dan mudah perawatannya.

Untuk medan hutan, biasanya jarak tempuh sepanjang 100 Km dapat dilalui dalam 6 - 7 jam dengan konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter, sedangkan kapasitas tangki 20 liter, sehingga dapat berada didalam hutan selama 7 x 4 jam atau 4 hari untuk operasi perjalanan siang hari.

"Untuk kondisi jalan dengan kemiringan 45° dan berlumpur dapat dilalui dengan mudah dan aman, serta tanjakan turunan yang ekstrem tidak ada masalah. Untuk kondisi semak - semak (yang belum ada jalan), maka FIN Komodo dapat berfungsi sebagai kendaraan perintis untuk pembuka jalan, sehingga akan sangat efisien dan menghemat waktu dalam bekerja," rincinya.

Diungkap lebih lanjut, awalnya mobil besutan Ibnu ini hanya bisa produksi setahun satu unit. Setelah bersama sebagai tim, kemampuan produksi meningkat. "Tiga hari bisa jadi satu unit kendaraan fin komodo," ucapnya bangga.

Ibnu pun lantas berharap kedepan Bangsa Indonesia sudah dapat memiliki Industri Otomotif sendiri yang mandiri untuk bangsa Indonesia.

"FIN Komodo memiliki design single platform serta dapat dimodifikasi untuk berbagai misi operasi, khususnya pada daerah tertinggal, pedesaan, perkebunan, kehutanan, pertambangan, TNI / Polri, misi kesehatan, tujuan rekreasi, dan fungsi lainnya yang dapat disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia," tutup Ibnu. (Humas/HMP)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : PT Fin Komodo Teknologi | Creating Website | Dewa Yuniardi | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2008. Fin Komodo Offroad - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger