PT Fin Komodo Teknologi

Ibnu Susilo dan Temuannya, “Komodo”, dari Generasi ke Generasi

1komentar

Dari generasi pertama hingga keempat, lahirlah Fin Komodo KD 250 AT, tercanggih dan terkuat sebagai kendaraan penjelajah medan Indonesia.
Ir H. Ibnu Susilo, perancang dan pembuat Fin Komodo yang telah memperoleh penghargaan dari Presiden RI. (Foto: Pius)
Fin Komodo adalah salah satu produk otomotif dalam negeri yang sekira 90 persen komponennya dipasok dari berbagai industri kecil menengah di Indonesia. Mobil nasional (mobnas) Offroad Utility Vehicle ini ternyata didesain menggunakan metodelogi pada pesawat terbang, ringan namun sangat kokoh di medan ekstrem sekalipun. Lalu siapakah sosok dibalik suksesnya mobnas penjelajah daerah terpencil itu?
Adalah  Ir. H. Ibnu Susilo. Lahir di Lamongan, Jawa Timur, 53 tahun lalu, sejak kecil Ibnu telah menyukai berbagai hal yang berhubungan dengan mesin-mesin, rekayasa dan teknologi. Maka setelah menamatkan pendidikannya di SMA Negeri 2 Lamongan, Ibnu mempelajari Aeronautics & Automotive, Simulation, Military Technology Secondary School.
Tak lepas di situ, saking hobinya dengan bidang otomotif dan pesawat terbang, Ibnu bahkan pernah merancang motor terbang ketika menyelesaikan tugas akhirnya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Ia pun menyelesaikan pendidikannya di sini dengan berhasil menyabet gelar insinyur mesin.
Punya potensi dan kemampuan yang mumpuni, Ibnu bergabung di PT Dirgantara Indonesia (DI), atau yang juga dikenal dengan nama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN/Indonesian Aerospace). Berbagai gebrakan dan keberhasilan ia capai di perusahaan ini, antaralain ia pernah membidani lahirnya pesawat terbang N-250.
Ibnu adalah konfigurator design integration pesawat terbang N-250. Ibnu juga adalah Kepala Departemen Master Dimension Definition, dan bertanggung jawab atas seluruh bentuk perancangan pesawat terbang N-250. Dia juga pernah sebagai Kepala Insinyur design mobil nasional MALEO, pada sekitar tahun 1990-an.
Lahirnya Komodo
mobil nasional
Fin Komodo, mobil penjelajah (dok. Fin Komodo)
Setelah berkarya selama 17 tahun di industri pesawat terbang, Ibnu memulai petualangan baru demi mewujudkan mimpi besarnya yang telah lama ia pendam. Pada tahun 2004, Ibnu memutuskan untuk berjalan sendiri. Ia mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama PT FIN Tetra Indonesia (FTI) atau yang belakangan bernama PT FIN Komodo Teknologi, pada tahun 2005. Rekayasa & Teknologi (Engineering & Technology) tetap menjadi bidang utama perusahaan yang berkantor di Cimahi, Jawa Barat tersebut.
Diperkuat sekira 5 insiyur ‘produksi’ dalam negeri mereka pun memulai gebrakan. Ibnu yang adalah CEO di perusahaan tersebut, mulai mengerjakan beberapa project. Diantaranya yang telah berhasil mereka laksanakan adalah: Airbus A380 dan A400M-bekerja sama dengan Malaysia mengerjakan design, analisis composite dan non composite materias,  bagian sayap dan ekor. Selain itu, mereka pun pernah melakukan rekonstruksi Simulator Kereta Listrik Jabodetabek; pembuatan Unman Aerial Vehicle (UAV) pesawat terbang tanpa awak; hingga mengerjakan beberapa aplikasi teknologi baik untuk sipil maupun militer. Di perusahaan yang ia dirikan tersebut, Ibnu pun melakukan Design & Build HUET (Helicopter Under Water Escape Trainning) dan Design & Build Vertical Wind Tunnel untuk pelatihan terjun bebas (free fall).
Dan geberakan yang tak kalah hebonya kini adalah menciptakan kendaraan offroad tipe Cruiser, yang kemudian diberi nama “Fin Komodo”. Nama Komodo jelas diadopsi sebagai kesamaan karakter, kendaraan perkasa, penjelajah yang siap membuka akses di daerah terpencil, sekalipun medan sangat ekstrem.
“Ini namanya kendaraan non infrastruktur. Kami hadirkan khusus untuk medan-medan yang tidak ada infrastrukturnya,” ujar Ibnu Susilo, kepada IndoTrading News, beberapa waktu lalu.
Memang tak mudah mewujudkan mimpinya ini. Berbagai penelitian dan riset dilakukan. Sebagaimana diceritakan Ibnu, mereka mengawalinya dengan riset pasar pada tahun 2005. Pilihannya jatuh padaOffroad Utility Vehicle, dengan pertimbangan pembangunan infrastruktur yang belum merata di seantero Nusantara. Tak hanya itu, banyak daerah yang masih terisolir lantaran belum adanya akses infrastruktur memadai ke wilayahnya. Pada tahun 2006, Ibnu mulai mendesain bentuk dan model kendaraan Fin Komodo tersebut.
Ibnu yang telah makan garam di industri pesawat terbang, khususnya desain, sepertinya tak terlalu sulit mengaplikasikan ilmunya itu pada mobil idamannya. Maka tak heran, metodelogi yang diterapkannya dalam mendesain Komodo pun sama persis yang ia lakukan pada pesawat terbang. Alhasil, struktur rangka kendaraan ciptaannya itu pun menjadi lebih ringan, stabil, dan sangat kokoh. Pada sistemsuspense, Ibnu menggunakan fully independent double wishbone dengan per keong, baik di depan maupun belakang, ini memungkinkan Komodo serasa di dalam sedan, sekalipun Anda berada di atas jalan bebatuan.
Empat Generasi
mobil penjelajah
Fin Komodo, mampu melahap medan ekstrem (dok. Fin Komodo)
Sedari awal, pengembangan Fin Komodo dilakukan dengan berbagai tahap penyempurnaan. Pada 2007, Ibnu memulai dengan membuat prototypeGenerasi pertama Fin Komodo ini pun mulai diujicoba pada tahun 2008. Generasi pertama kendaraan penjelajah ini masih menggunakan mesin dua tak yang berkapasitas 180 cc, dengan transmisinya manual 3 kecepatan.
Serasa belum puas dengan generasi pertama. Generasi kedua pun diluncurkan, dan prototype-nya mulai diujicoba pada 2009. Masih mengaplikasikan mesin 180 cc, Komodo ini telah dilengkapi dengandouble seat, dimana generasi pertama hanya dirancang hanya single seat. Baik generasi pertama maupun kedua, masih sama memiliki torsi sebesar 1,19 kgm per 3.000 rpm, sedangkan kapasitas tangki bensin sebanyak 15 liter. Generasi pertama dan kedua Fin Komodo ini memiliki berat kosong sebesar 250 kg.
Penyemurnaa demi penyempurnaan masih terus dilakukan. Generasi ketiga Fin Komodo pun hadir dan mulai diujicoba pada 2010. Perbedaan cukup mencolok pada Komodo baru ini. Adapun mesin telah diupgrade menjadi 250 cc, empat tak, dengan torsi 17,6 Newton meter pada 5.500 rpm. Kapasitas tangki pun bertambah 5 liter menjadi 20 liter. Komodo generasi ketiga ini telah menggunakan transmisi otomatis yang terdiri dari (high, lo, netral, dan mundur).
Hingga akhirnya pada 2011, prototype generasi keempat pun diujicoba. Generasi terakhir Fin Komodo tipe KD 250 AT ini boleh dibilang sebagai kendaraan penjelajah yang paling sempurna diantara yang lainnya. Pada generasi keempat ini telah ditanam mesin baru yang merupakan pengembangan dari FIN Power. Namun demikian, kapasitas mesin masih sama dengan generasi ketiga. Demikian halnya transmisi otomatis, hanya berbeda, generasi keempat menggunakan mesin CVT otomatis (maju dan mundur). Baik generasi ketiga maupun keempat memiliki berat kosong 320 kg.
“Sekalipun cuma dengan kapasitas silinder 250 cc, Komodo ini sangat kokoh dan mampu menaklukan medan-medan yang sangat berat,” ungkap Ibnu.
Inilah Fin Komodo penjelajah, sebuah terobosan baru mobil nasional (mobnas) Indonesia. Sebagaimana disampaikan Ibnu, Komodo ini didedikasikan khusus untuk aderah tertinggal/terpencil yang kesulitan akses transportasi (non infrastruktur).
“Bisa juga digunakan di industri pertambangan, perkebunan, atau militer dan polisi hutan sebagai kendaraan patroli,” tegas pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 29 Mei 1961 ini.
Fin Komodo generasi keempat ini pun disebut sebagai kendaraan tercanggih dan terkuat yang diproduksi oleh PT Fin Komodo Teknologi. Perjalanan riset Komodo ini akhirnya berbuah hasil dengan meraih berbagai penghargaan. Salah satunya penghargaan dari Presiden RI dalam bidang Rintisan Teknologi Industri, pada 2012 lalu.
Inilah prestasi membanggakan dari para insinyur, putra bangsa. Ibnu begitu bangga akan pencapaiannya tersebut. Diakui begitu banyak kendala yang masih menghadang, namun dia optimis, pengembangan dan penemuan baru akan terus mereka lakukan.
“Kami ingin menjadi industri yang berbudaya teknologi Indonesia. Jadi meskipun banyak kendala, tapistep by step, kami yakin akan berhasil,” pungkasnya. [pius klobor]

Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

 
Support : PT Fin Komodo Teknologi | Creating Website | Dewa Yuniardi | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2008. Fin Komodo Offroad - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger